Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Cara Mengaktifkan Screen Capture Di Ponsel Samsung Galaxy Fit

Hi, sudah lama tidak update Blog Ini. Oke hari ini saya akan memberitahu sedikit tips yang insyaallah berguna untuk anda semua. 

Pernahkah anda lihat di Galeri anda ada album 'Screen Capture' padahal anda tidak melakukan apapun? pasti pernah, baiklah saya akan membeberkan caranya di Blog Ini.

NB: Saya tidak tahu apakah cara ini berfungsi untuk semua Ponsel Android atau hanya untuk Ponsel Samsung Galaxy Fit saja.

Pertama anda tekan terus tombol "BACK" selama 3 detik, dan sambil menekan "BACK" anda tekan tombol "HOME" atau tombol yang berada di samping kiri tombol "BACK", maka Ponsel Galaxy Fit anda akan langsung bergetar tanda bahwa Screen Capture sudah tersimpan di Galery Ponsel anda.

Di Share yah jika berguna...

Selamat mencoba :)

Browser Terbaik Untuk Ponsel Android


Pernahkah Anda berselancar di internet lalu merasa kurang nyaman dengan browser yang Anda gunakan? Bagi pengguna perangkat gadget atau telepon pintar (smartphone) dengan sistem operasi berbasis Android, sejumlah catatan dari Jack Wallen di situs teknologi Techrepublic bisa dipertimbangkan.

Kolumnis spesialis produk gadget itu membeber sejumlah alternatif browser yang cocok digunakan pada produk Android.

Pengguna smartphone juga dapat mengukur apakah mereka ingin mengubah browser bawaan dengan browser lain yang dianggap sesuai.

Dia menguji browser built-in (bawaan) dari Android, browser Firefox, Dolphin for Pad, Skyfire Web Browser 4.0 dan Opera Mobile web browser.

Sebenarnya ada pula browser Google Chrome. Browser Google itu, menurut Wallen, sebenarnya sungguh hebat, namun karena pada umumnya tak bisa digunakan di Android, maka dia tak menguji browser ini. Chrome hanya bisa digunakan untuk ponsel Android seri 4.0 ke atas.

Adapun kriteria yang digunakan adalah kecepatan membuka aplikasi, kecepatan membuka halaman, kemudahan penggunaan serta tampilan antarmuka (interface). Untuk masing-masing kriteria, Wallen memasang skor selanjutnya skor rata-rata di masing-masing browser.

Hasilnya, Skyfire Web Browser 4.0 memperoleh posisi tertinggi dengan skor 4,8.

Browser ini memperoleh skor 5 untuk kriteria kecepatan membuka aplikasi, skor 4 pada kecepatan membuka halaman, skor 5 untuk kemudahan penggunaan serta 5 pada tampilan antarmuka. Keseluruhan, penguji memberi skor 5 sehingga muncul angka rata-rata 4,8.

Keunggulan Skyfire adalah ketersediaan beberapa fitur yang sangat unik, seperti integrasi Facebook dan Twitter dan pengaturan halaman (tab) lebih mudah. Skyfire juga menyediakan cara termudah untuk beralih dari mode mobile ke desktop.

Adapun browser bawaan Android alias built-in hanya mendapat skor rata-rata 3,8. Namun penguji tetap memuji browser ini dengan menyebutnya sebagai browser kaya fitur dan mampu berfungsi secara baik. Salah satu yang dianggap berfungsi baik adalah mode incognito (menyamarkan halaman-halaman yang sudah dibuka).

Browser dari "luar" bisa jadi punya berbagai kelebihan dibanding browser bawaan dari smartphone Android Anda, namun tak semua ponsel bisa "compatible" dengan browser tersebut.

Seperti dijelaskan di atas, Anda boleh setuju boleh juga menolak, lalu membuat nilai sendiri dan menentukan mana yang paling asyik untuk berselancar dengan ponsel Android.

Hasil pengukuran browser Android
1. Skyfire Web Browser 4.0 (total: 4,8)
2. Firefox (total: 4,6)
3. Dolphin for Pad (total: 4,2)
4. Built-in Android browser (total: 3,8)
5. Opera Mobile (total: 3,6)
Refensi : tribun, techrepublic

Tips Melindungi Ponsel Android Tetap Aman dari Kejahatan Dunia Maya

Melindungi Ponsel Android
Semenjak pasar android menguasai pasar-pasar ponsel didunia, tidak bisa dipungkiri bahwa hal itu juga memicu para penjahat-penjahat dunia maya seperti hacker atau virus/trojan merajalela. Banyak yang menjadi korban dari para hacker dan virus-virus berbahaya yang dapat merusak Ponsel Android kesayangan anda, bahkan kemungkinan anda bisa juga menjadi korban dari para hacker dan virus tersebut.

Untuk meminimalisir kejahatan tersebut, kami dari Linkin Android blog akan memberikan tips-tips untuk anda, berikut tipsnya:


  • Mengimplementasi solusi antivirus yang dibuat untuk perangkat mobile, seperti Trend Micro Mobile Security.
  • Menjaga agar semua sistem operasi smartphone dan keamanan software tetap menggunakan yang terkini.
  • Mengedukasi karyawan mengenai ancaman-ancaman terkini, gejala-gejala terinfeksi, dan cara untuk memproteksi perangkat-perangkat mobile.
  • Tetap menjaga agar proteksi anti-virus pada smartphone di enabled.
  • Aplikasikan praktek-praktek terbaik untuk keamanan PC pada perangkat mobile Anda.
  • Carilah dukungan TI apabila mesin utama Anda semakin melambat setelah dilakukannya synch-up dengan smartphone Anda.
  • Jangan asal download aplikasi dari sumber yang tidak terpercaya, karena bisa saja virus berbahaya datang dari hal tersebut.


Mungkin hanya itu tips-tips dari kita, semoga bermanfaat.

Tips Install Manual Adobe Flash Player Di Android

 Adobe Flash Player Di Android
Setelah keputusan dari pihak Adobe Flash Player untuk menarik aplikasinya untuk Android, maka semua ponsel dari iOS hingga Android tidak lagi menggunakan Flash karena memanfaatkan teknologi HTML5.

Bagi anda yang belum sempat mengunduh aplikasi tersebut, jangan khawatir. Karena ada cara alternative-nya yaitu install secara manual. Untuk melakukan install secara manual, ikuti petunjuk berikut ini:

1. Ketahuilah versi Android anda. karena minimal reqruitment menggunakan versi 2.2.
2. Berilah tanda centang pada intall apps from sources other than Google Play( install aplikasi dari sumber tidak diketahui) dengan ke menu: Setting > Application.
3. Klik Di sini untuk mendownload file .apk Flash for Android.
4. Setelah mendownload selesai, klik file tersebut kemudia klik Install.
5. Setelah Flash selesai terinstall , kemudia cek ke browsermu. NB: Google Chrome tidak mensupport flash.
6. Pada Android versi 3.0 dan terbaru, ke Menu > Setting > Advanced > Enable plug-ins. Untuk bisa mengakses konten Flash setiap saat pilih “Always on” atau “One demand”.
7. Untuk Android versi 2.2 atau 2.3 , Menu > Settings (Menu > More > Settings) , anda akan menemukan opsi “Enable plug-ins”
8. Sekarang sudah siap semua settingan, untuk mengecek apakah Flash tersebut jalan di browser anda, silahkan cek Disini.

Oke, selamat mencoba. Semoga bermanfaat.

Tips dan Cara Membuat Aplikasi Android Anda Sendiri

Siapa yang tidak tahu Aplikasi di Android Market atau Google Play? pasti tahu semua kan? contohnya aplikasi dan games terkenal adalah Angry Bird, Picsay, Cut The Rope, ProCapture Camera, dan lain sebagainya. 

Nah, sekarang kita akan belajar untuk membuat Aplikasi Android dan tentu aplikasi tersebut bisa anda share di Google Play. Bagaimana tertarik? tetapi saya hanya share dasar-dasarnya saja yah, kita belajar merangkak dulu, jalan, baru lari. jadi saya akan menjelaskan bagaimana membuat Aplikasi Android bikinan kamu sendiri dengan media blog.

Jika anda ingin meminta contohnya, ada kok. Silahkan Klik Disini.

ARE YOU READY SOB??? Okay, Lets Roll!

1. Langkah pertama, yang dibutuh kan adalah Blog. jadi kamu harus punya blog dulu, jika belum punya blog, kamu Kesini dulu deh, jika sudah silahkan lanjut.

2. Jika sudah, langsung saja ke AppGeyser, dengan cara klik disini. lalu dilanjutkan dengan klik tombol Created Now! jika sudah, pilih Website

3. Sudah? jika sudah, kita akan disuruh mengisi data-data yang diperlukan.
- Isi Website URL dengan alamat blog yang kamu buat tadi. (Misal: http://munafsiq.blogspot.com/)
- Isikan App Name dengan nama blog anda. (Misal: Munafsiq Blog)
- Pilihlah Icon. untuk bagian ini, terserah anda mau Default icon atau Icon anda sendiri, jika anda memilih icon anda sendiri anda akan disuruh untuk meng-upload foto/logo blog anda.
- Lalu pilih kategori blog anda. (misal blog anda tentang gadget, maka anda harus pilih kategory technology)
- Sudah? Klik Created.

4. Lalu ditahap ini anda akan disuruh untuk mendaftarkan diri anda. jika anda punya akun Facebook, pakai saja akun Facebook anda.

5. Aplikasi Android anda sudah jadi, sekarang anda tinggal mendownload aplikasi tersebut. 

Untuk seterusnya, pelajari sendiri yah bagaimana cara untuk mendaftarkan aplikasi android anda di google play. dan sekedar info, anda juga bisa menghasilkan uang dari aplikasi anda loh! coba aja :D, semoga bermanfaat.

Tips Jitu Agar Ponsel Android Anda Terlindung dari Virus

Virus Android
Bagi anda yang ingin atau sedang mudik, pasti anda akan mencari informasi tentang jalur mudik yang nyaman via Ponsel Android anda. Informasi itu dapat dicari dengan bantuan Google. Tapi anda harus berhati-hati saat mengunduh informasi atau aplikasi tersebut.

Kenapa anda harus berhati-hati? hal itu dikarenakan, ancaman dari virus atau trojan yang akan selalu mengancam Ponsel Android kesayangan anda. Jangan sampai anda lengah cuma gara-gara mengarah ke link sesat. Bisa-bisa ponsel Android anda bisa error.

Pertengahan tahun 2012 ini sudah dideteksi 3 installer palsu untuk update aplikasi untuk Android, yaitu Androidos_ADSMS.A, Androidos_Dordrael.l, dan Androidos_crusewin.A. Ada juga malware terbaru, namanya Droid Dream Light (DDLight). Yang ini telah berhasil mengecoh 30.000 – 120.000 pengguna Android.

Pertanyaannya adalah, bagaimana cara agar mengamankan ponsel Android kesayangan anda? Berikut caranya:

1. Manfaatkan standar fitur keamanan di ponsel Android mu
Masuklah ke menu > Setting, lalu Pilih > Location & Security > dan masukkan data seperti no PIN dan Password untuk mengunci ponsel. Hal ini bermanfaat untuk mengamankan data-data pribadi anda saat ponsel hilang secara fisik.

2. Jangan pilih seting Auto Connect untuk Wi-Fi
Masuklah ke dalam menu > Wireless & Network, lalu pilih > WiFi Setting, nonaktifkan fungsi Auto Connect untuk Wi-Fi, apalagi jika kamu memakai Internet banking.

3. Hindari instal aplikasi selain dari Android Market
Agar terhindar dari Trojan Android, instal hanya aplikasi yang ada di Android Market. Baru-baru ditemukan Trojan Android dari sebuah penyedia layanan aplikasi pihak ketiga di Cina.

4. Hati-hati saat sebuah aplikasi meminta ijin untuk membuka akses data pribadi
Jika aplikasi yang diinstal meminta ijin untuk membuka beberapa data, pastikan kamu tidak memberikan ijin akses untuk masuk ke data pribadi, seperti list kontak telepon.

5. Gunakan aplikasi keamanan khusus ponsel Android mu
Selain waspada saat menginstal dan membuka link tertentu, kamu disarankan untuk juga menginstal aplikasi keamanan untuk ponsel. Trend Micro Mobile Security for Android misalnya, bukan saja mengamankan password kamu,tapi juga semua data transaksi mobile banking kamu.

Semoga berguna untuk kamu yang sayang sama Ponsel Android kamu yah ;).

Tips dan Cara Setting APN Untuk Kebutuhan Akses Data Internet dan MMS Dengan SIM Card Matrix Indosat 3G Broadband

Tips dan Cara Setting APN Untuk Kebutuhan Akses Data Internet dan MMS Dengan SIM Card Matrix Indosat 3G Broadband
Cara untuk mensetting APN tuk kebutuhan data internet & mms untuk ponsel Android bisa anda lakukan dengan cara ke: Menu > Settings > Wireless controls > Mobile network settings > Access Point Names lalu lanjutkan dengan menekan tombol Menu dan New APN. Masukan 2 parameter dibawah ini:

HSDPA/EDGE/GPRS:
Name : Indosat 3G
APN : indosat3g
Username : indosat
Password : indosat
MCC : 510
MNC : 01
APN type : default

Tips dan Cara Setting APN Untuk Kebutuhan Akses Data Internet dan MMS Dengan SIM Card Matrix Indosat 3G Broadband MMS:
Name : Indosat MMS
APN : indosatmms
Username : indosat
Password : indosat
MMSC : http://mmsc.indosat.com
MMS proxy : 10.19.19.19
MMS port : 8080
MMS protocol : wap 2.0
MCC : 510
MNC : 01
APN type : mms

Bagi pengguna di luar Matrix 3G Broadband, untuk info APN, yang harus di-setting buat akses data internet adalah indosatgprs. Sedangkan bagi pengguna Matrix (0855/bright) dan IM3 untuk nilai MNC yang harus di-setting adalah MNC: 21. kira-kira seperti itulah cara setinggan APN agar anda terhubung ke internet.
ingat yah, ini hanya untuk SIM Card Matrix Indosat.

Tips Merawat Ponsel Android yang Baik dan Benar Agar Tidak Lelet


LinkinAndroid - Jika anda memiliki ponsel Android, itu sama saja anda memiliki komputer yang berada digenggaman tangan anda. Meskipun Android memiliki fitur yang kaya, tetapi Android juga memerlukan perawatan loh, agar ponsel Android dapat bekerja secara maksimal, tidak lelet dan terjangkit virus. Nah sekarang LinkinAndroid akan memberi Tips-tips cara yang benar merawat Ponsel Android anda. Berikut caranya:

Hapus/Uninstal Aplikasi
Layaknya komputer, mengunduh banyak aplikasi akan sangat mempengaruhi kecepatan dari ponsel Android anda. Maka, sebaiknya anda lebih selektif dalam memilih aplikasi yang akan diInstal. Pilihlah Aplikasi yang benar-benar anda butuhkan. Hapus aplikasi yang tidak terlalu penting.
Cara Menghapus atau Uninstal Aplikasi: masuk ke menu Setting - Applications - Manage Applications, dan anda tinggal pilih aplikasi mana yang akan anda hapus.

Format Memory Card
Kartu memory adalah tempat dimana data-data yang kita butuhkan disimpan. Tetapi semakin banyak data yang disimpan dalam ponsel Android, maka akan membuat kerja ponsel semakin berat, Anda boleh sesekali memformat Memory card atau memindahkan data-data pada back up di komputer anda.


Hapus / kosongkan Cache
Cache merupakan log aktivitas aplikasi yang dijalankan, Jika dibiarkan hal tersebut menumpuk, karena akan membuat RAM menjadi penuh dan Ponsel Android anda akan menjadi Lelet. Cara terbaik adalah melakukan penghapusan cache. Cara menghapus atau Mengosongkan Cache di Ponsel android anda: masuk ke menu Setting - Applications. Di dalam menu tersebut akan ada pilihan Manage Applications, yang jika dibuka akan terlihat aplikasi yang sudah diinstal. Hapuslah cache dari aplikasi yang diinginkan. Tenang saja, Penghapusan Cache ini tidak akan menghapus data-data yang ada di ponsel Android Anda.


Rooting
Rooting berarti kita bisa mengakses sepenuhnya terhadap semua system dalam ponsel Android kita. hal itu memungkinkan Anda untuk menghapus aplikasi bawaan vendor, dan melakukan upgrade tanpa harus menunggu persetujuan vendor. Dengan cara seperti itu, kinerja ponsel Android akan lebih fresh dan Cepat.
*NOTE: Ketika Anda melakukan rooting, berarti garansi tidak akan berlaku lagi.


Manfaatkan Task Manager
Layaknya komputer, terkadang di ponsel Android terdapat aplikasi yang lag/hang, nah untuk mengatasi aplikasi yang sedang berjalan, Anda membutuhkan aplikasi Task Kill Manager. Tenang saja, Aplikasi yang berfungsi layaknya Windows Task Manager pada window ini bisa diperoleh secara gratis di Google Play Store.


Saya rasa cukup hanya itu yang cukup anda lakukan pada Ponsel Android anda, Anda juga bisa melakukan langkah ekstrim yaitu hard atau factory reset. Caranya, masuk ke menu Setting - Privacy Settings. Di dalam menu tersebut terdapat pilihan untuk melakukan factory data reset. Risikonya adalah seluruh data akan hilang dan Anda harus melakukan pengaturan sistem dari awal. Tentunya langkah tersebut tidak saya recomendasikan untuk anda, tapi yang memegang hak penuh atas ponsel anda kan anda sendiri, jadi saya juga tidak punya hak untuk melarang. Semoga Bermanfaat.

Tips Jitu Saya Menghemat Baterai di Ponsel Android


Android sebagai Ponsel Pintar (Smart Phone) terkadang juga memiliki banyak kekurangan, salah satunya adalah BATERAI. Pasti untuk anda yang mempunyai Ponsel Android, pernah mengalami hal serupa bukan? Terkadang mungkin anda harus mengecas (MenCharge) Ponsel anda sampai 2 kali sehari bahkan lebih. Lantas, bagaimana cara terbaik untuk mengatasi masalah tersebut? Jika anda sayang kepada Ponsel anda, maka anda harus tetap membaca artikel ini.

Berikut ini adalah tips-tips jitu agar Ponsel anda tidak boros Baterai.

1. Usahakan matikan animasi serta widget sebab, hal tersebut pasti menyita daya baterai, seperti live wallpaper, widget dengan icon animasi, widget penanda waktu. Bukankah sudah ada jam kecil di bar bagian atas? bila tidak sangat dibutuhkan Lebih baik tak dipakai.

2. Pengunaan wallpaper dengan warna yang semakin gelap, pengaturan brightness/contrast yang tepat, penggunaan launcher dengan warna-warna simpel turut menolong anda menghemat baterai Android kesayangan anda.

3. Atur durasi. aturlah interval waktu akses bila anda memaksakan akan memasang widget yang terus-terusan terhubung internet seperti Twitter, Facebook, dan lain-lain. fitur autosync, bisa pula diatur durasinya, misal setiap 15 menit atau 1 jam. Bila tidak sangat penting, anda juga dapat mengupdatenya secara manual setiap saat anda menginginkannya.

4. Manfaatkan mode 2g untuk tempat yang minim sinyal.
Bila lokasi anda tergolong susah saat mendapatkan sinyal 3g, lebih balk anda mengatur setting jaringan ke 2g. Bila anda terus bersikeras untuk menggunakan pengaturan 3g atau 2g & 3g, maka android anda akan bekerja lebih keras tuk mendapatkan sinyal jaringan paling baik yang bisa di dapatkan. Pastinya akan berdampak langsung ke Baterai Android anda.

5. Matikan koneksi GPS, Bluetooth, Wifi yang mempunyai sifat boros daya. matikan bila tak diperlukan melalui menu setting.

6. Unduhlah Aplikasi penghemat baterai. Ada aplikasi yang secara langsung dapat meminimalisir pemborosan daya Ponsel Android anda, ada pula yang dengan tak langsung, misalnya, dengan membantu mematikan sambungan internet bila tak dibutuhkan. kita sebut saja beberapa aplikasi Android, juice defender (free di market), serta green power premium.

Saya rasa Tips-tips diatas sudah mampu untuk mengatasi masalah Ponsel Android anda, jadi tinggal ikuti saran-saran saya diatas, Mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi anda.

Tips Memilih Tablet Android yang Cocok Untuk Anda

Tips Memilih Tablet Android yang Cocok Untuk Anda

Sekarang,  OS Android yang menawarkan open source, kini tampil lebih merakyat, Harga-harganyapun sudah terbilang miring. Jika jaman dulu harga tablet di atas Rp. 4 jutaan, sekarang banyak tablet Android yang sudah di jual mulai dari harga Rp. 1 jutaan. Meskipun seperti itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum anda membelinya. Sebagai konsumen, anda harus pintar untuk memilih produk mana yang memang cocok untuk kebutuhan. Memang prinsip ‘harga menentukan kualitas’ tak bisa dihilangkan, tapi lewat tips ini diharapkan anda dapat memilih dan memilah produk tablet mana yang terbaik dan cocok sesuai dengan kebutuhan anda.

Untuk memilih tablet android yang tepat simak artikel berikut ini:

1.Merek
Bils anda adalah orang yang mementingkan merek, pilihlah tablet Android dari merek yang sudah terpercaya dengan melihat sejarah merek itu. Jika sebelumnya merek itu sudah produksi tablet android, maka bisa dipertimbangkan untuk menjadi pilihan, karena akan semakin banyak pengembangan dari produk sebelumnya. Merek yang besar juga memiliki beberapa poin penting yaitu:

•Nilai jual kembali: Jika Android merek terkenal, lebih gampang dijual lagi dan harganya cenderung stabil. Jadi anda tidak rugi-rugi sekali jika ingin menjualnya kembali.

•Lokasi service center: biasanya merek terkenal didukung oleh lokasi service center yang banyak dan pelayanannya baik. Jadi segala urusan konsultasi sampai memperbaiki tablet bisa lebih mudah, terjangkau dan terpercaya.

•Ketersediaan aksesoris: aksesoris dari merek terkenal lebih gampang dan banyak ditemukan. Misalnya sarung silicon, sarung kulit, dll.

CATATAN: meski ada tablet yang diluncurkan oleh vendor merek lokal, bukan berarti tablet itu dibuat sendiri oleh vendor yang bersangkutan, melainkan tablet tersebut dibuat oleh vendor lain (pihak ketiga). Jadi walau anda jumpai tablet berharga ‘murah’ tapi mengusung prosesor dari Qualcomm, itu bisa menjadi poin yang positif untuk anda hitung sebagai kekuatan.

2.O.S
Pilih tablet Android dengan O.S yang tepat. Umumnya tablet-tablet Android middle low yang dijual saat ini paling rendah mengusung versi 2.2 (Froyo). Pastikan bahwa versi yang Anda beli memang Froyo, dan jangan lupa untuk tanyakan ke pihak penjual, apakah versi Froyo di tablet tersebut dapat di upgrade ke 2.3 (Gingerbread) .Tapi lebih disarankan untuk mencari tablet Android yg ber-OS Honeycomb karena lebih optimal. Tetapi sepertinya, Gingerbread Masih Jadi OS Android Terfavorit.

3.Ukuran
Pastikan tujuan anda membeli tablet, jika anda mementingkan kenyamanan untuk multimedia entertainment, pilih tablet dengan ukuran besar, misalnya 10.1 inchi bisa jadi pilihan anda. Jika anda ingin yang lebih praktis, ukuran 7 inchi pas untuk di kantong baju atau bahkan celana. Atau alternatif lain yang cukup praktis tapi tidak terlalu besar, ada pilihan ukuran 8.9 inchi.

4.Prosesor
Prosesor adalah otaknya sebuah tablet, semakin tinggi prosesor, maka kinerjanya akan semakin
cepat dan responsif terhadap aplikasi-aplikasi yang dijalankannya. Oke, anda bingung? Baiklah, Saya merekomendasikan anda untuk membeli tablet dengan prosesor di atas 600Mhz. Yang sedang booming saat ini adalah 1.2 Ghz dual processor atau 1.4 Ghz dual processor.

5.RAM
Semakin besar RAM disuatu Tablet, maka semakin bagus performa tablet tersebut. Apalagi ketika membuka beberapa aplikasi bersamaan. Kapasitas RAM yang umumnya digunakan adalah 128 MB, 256 MB, 512 MB dan 1 GB. Saya sarankan membeli tablet Android yang memiliki kapasitas RAM minimal 256 MB.

6.Dukungan Komunitas
Kalau sudah ada tablet Android idaman anda, disarankan untuk bergabung dengan komunitas-komunitas atau penggemar dari Android, akan lebih baik bila anda cari komunitas atau forum yang spesifik pada merek dan tipe tablet tersebut. Dengan mengikuti pembicaraan di komunitas, sedikit banyak wawasan anda akan tablet tersebut akan terbuka lebih luas, anda juga bisa melihat apa saja yang terbaru mengenai Tablet anda.

Oke, saya rasa cukup segitu saja untuk memudahkan anda membeli Tablet Android impian anda. Saya harap bermanfaat. Terimakasih.

Cara Menggunakan Database di Android

Cara Menggunakan Database di Android
Dewasa ini, Pengembangan Platform Android semakin beragam dan beberapa aplikasi mulai berkembang dan membutuhkan media penyimpanan informasi dalam bentuk database terstruktur. Beruntungnya para Programmer Android karena Android sudah menyediakan sebuah database yang secara default sudah ada di dalam library Android, yaitu SQLite. Untuk keperluan operasi database pada smartphone atau tablet Android, SQLite sangat mendukung karena ukurannya yang ringan, cepat dan kecil dalam hal sumber daya. Karena sifatnya sebagai embedded database, SQLite tidak memiliki server namun bentuknya adalah library yang akan dipanggil saat program dijalankan.

Seperti halnya database pada umumnya, SQLite memiliki objek-objek seperti view, table dan
index. Perintah-perintah SQL-nya juga sangat serupa seperti yang biasa digunakan yaitu SELECT, INSERT, UPDATE, DELETE dan sebagainya. Informasi mengenai SQLite dapat dibaca secara lengkap pada situs resminya di:

http://www.sqlite.org

NB:
Untuk mulai mengembangkan aplikasi Android menggunakan SQLite, tidak
ada instalasi tambahan yang perlu dilakukan karena library SQLite sudah
ada di dalam framework Android.

Database SQLite diaktifkan di dalam program dengan cara meng-import
library SQLite pada program header, misalnya:

import android.database.sqlite.SQLiteDatabase;
import android.database.sqlite.SQLiteOpenHelper;


Pada umumnya aplikasi dengan embedded database tidak menyertakan database yang sudah
berbentuk pada saat aplikasi itu diinstal pada perangkat. Jadi yang diinstal hanya programnya,
sedangkan databasenya tidak ada sama sekali. Database akan dibuat pada saat aplikasi itu
dijalankan pertama kali, yaitu program akan memeriksa apakah database ditemukan. Jika
database tidak ditemukan maka serangkaian perintah SQL akan menjalankan perintah CREATE yang akan membentuk file database diikuti dengan table-table di dalamnya. Tentunya programmer harus membuat sendiri perintah SQL tersebut secara spesifik tergantung struktur data di dalam aplikasi yang dibuatnya. Ini adalah teknik yang biasanya digunakan programmer dalam membuat sebuah aplikasi dengan embedded database dimana ia tidak menyertakan file database di dalam paket instalasi aplikasi.

Berikut ini diperlihatkan sebuah contoh program menggunakan SQLite.

1. Jalankan program Eclipse dan buat sebuah Android Project baru.
2. Beri nama pada projek tersebut, kemudian masukkan pilihan build target dan lengkapi
property. Kemudian tekan Finish untuk melanjutkan.

Dari beberapa literatur yang saya baca, praktek yang dianjurkan untuk membuat
program database adalah memisahkan antara program utama dengan program yang
menangani perintah-perintah operasi database seperti membuat table, menambah
baris, mengubah data dan sebagainya. Tujuannya adalah tidak mencampur-adukkan
logika bisnis dengan operasi tingkat rendah (SELECT, INSERT, UPDATE dan DELETE) yang akan membuat kode program sulit dibaca dan berkesan rumit sekali. Untuk tujuan
kerapihan program, akan jauh lebih baik jika program utama fokus hanya pada jalannya
alur program utama, sementara fungsi-fungsi database dipisahkan ke dalam program
yang lain. Program utama cukup memanggil fungsi-fungsinya secara sederhana dengan
satu baris perintah saja, walaupun sebetulnya fungsi itu ditulis dengan baris yang
panjang dan proses yang rumit di bagian program yang lain.


Kita akan menerapkan teknik pemrograman tersebut dengan membuat sebuah class
bernama DBAdapter yang khusus menangani operasi database.

3. Tambahkan sebuah class baru dan beri nama DBAdapter.
Tekan Finish untuk melanjutkan.

4. Tambahkan perintah import berikut ini pada program header DBAdapter.java.
Perhatikan beberapa library SQLite yang akan digunakan disebutkan di situ.


...
Import android.content.ContentValues;
Import android.content.Context;
Import android.database.Cursor;
Import android.database.SQLException;
Import android.database.sqlite.SQLiteDatabase;
Import android.database.sqlite.SQLiteOpenHelper;
Import android.util.Log;
...



5. Ketikkan skrip berikut ini di dalam class DBAdapter. Perhatikan class ini mengandung
sebuah constructor DBAdapter(Context) untuk menginisiasi class, kemudian method
open dan close masing-masing untuk membuka dan menutup database.



public class DbAdapter {
private static final String TAG="DbAdapter";
private static final String DATABASE_NAME="books";
private static final int DATABASE_VERSION=1;
private static final String TABLE_CREATE = "create table titles (_id integer
primary key autoincrement, "
+ "isbn text not null, title text not null, "
+ "publisher text not null)";
private static final String TABLE_DROP = "DROP TABLE IF EXISTS titles";

private final Context context;
private DatabaseHelper dbHelper;
private SQLiteDatabase db;

public DbAdapter(Context ctx) {
this.context = ctx;
dbHelper = new DatabaseHelper(this.context);
}

private static class DatabaseHelper extends SQLiteOpenHelper {
DatabaseHelper(Context ctx) {
super(ctx, DATABASE_NAME, null, DATABASE_VERSION);
}

+ newVersion

@Override
public void onCreate(SQLiteDatabase db) {
db.execSQL(TABLE_CREATE);
}

@Override
public void onUpgrade(SQLiteDatabase db, int oldVersion, int newVersion) {
Log.w(TAG, "Upgrading database from version " + oldVersion + " to "

+ ", which will destroy all old data");
db.execSQL(TABLE_DROP);
onCreate(db);

}

}

public DbAdapter open() throws SQLException {
db = dbHelper.getWritableDatabase();
return this;
}

public void close() {
dbHelper.close();
}

}




Skrip di atas merupakan contoh program DBAdapter yang relatif generik. Program ini
bisa dijadikan semacam cetakan untuk program-program lain karena program ini
bentuknya masih umum dan belum mengandung fungsi-fungsi yang spesifik. Konstanta-
konstanta seperti DATABASE_NAME, TABLE_CREATE, TABLE_DROP bisa diubah isinya untuk disesuaikan dengan kebutuhan. Nantinya ke dalam program DBAdapter ini harus ditambahkan fungsi-fungsi database misalnya insertBook, updateBook dan sebagainya
dengan baris-baris kode yang spesifik.

6. Sampai tahap ini jalankan aplikasi tersebut untuk menguji-coba dengan cara klik-kanan
nama pada projek di dalam Package Explorer, kemudian pilih Run As Android
Application.

Tunggu sejenak sampai emulator Android ditampilkan dan menjalankan aplikasi ini.

Sepintas Anda tidak akan melihat sesuatu yang istimewa pada tampilan aplikasi tersebut, kecuali
sebuah pesan yang muncul pada emulator.

Sesungguhnya aplikasi ini menjalankan sesuatu yang istimewa saat ia dijalankan pertama kali.
Perhatikan potongan-potongan program berikut ini.


Saat MainActivity.java membuat objek DBAdapter dengan di dalam baris “DBAdapter db = new DBAdapter(this);” maka rangkaian pemanggilan baris-baris program lainnya akan dijalankan seperti diperlihatkan pada gambar di atas, seperti pembuatan objek DatabaseHelper dan pemanggilan method super, onCreate dan terakhir yang berujung pada dijalankannya method execSQL untuk membuat sebuah table bernama titles.

Tanpa disadari sebuah file database bernama books dengan sebuah table titles di dalamnya
telah terbentuk. Lalu sekarang bagaimana memastikan database ini telah terbentuk? Satu-
satunya cara tentunya harus menemukan bahwa file database itu memang ada, bukan?

1. Jalankan menu Window Open Perpective
perpective pada sudut kanan-atas layar.

DDMS atau cukup meng-klik icon DDMS

2. Pada tab File Explorer, buka folder data

data.

3. Cari nama package dari projek ini (pada contoh ini adalah net.houseoflife.dbsample),
kemudian buka foldernya hingga ditemukan folder databases dan sebuah file database
di dalamnya. Itu adalah file database SQLite yang dibentuk oleh aplikasi tersebut.

File database SQLite yang tampak pada File Explorer perlu dibuka untuk memastikan sebuah
table telah terbentuk di dalamnya. Database itu tidak dapat langsung dibuka di dalam Eclipse
tetapi harus dibuka menggunakan sebuah program yang bernama SQLite Manager. Program ini akan dijelaskan kemudian, tetapi untuk saat ini file database ini harus dibawa keluar dari
emulator agar bisa diakses dari komputer lokal.

1. Pastikan file database disorot/dipilih pada File Explorer, kemudian klik icon dengan
tulisan “Pull a file from the device” pada sudut kanan-atas layar.

2. Simpan file tersebut pada komputer lokal.

SQLite Manager adalah sebuah program yang sangat membantu programmer dalam mengelola database SQLite seperti membuat table, index dan menjalankan perintah-perintah SQL. Program ini sangat mudah digunakan dan betul-betul bermanfaat untuk berbagai keperluan praktis. Satu hal lagi yang tidak kalah pentingnya: program ini gratis.

Selain SQLite Manager, ada beberapa program lain yang tujuannya serupa namun saya
menganjurkan program ini karena ia yang paling populer digunakan saat ini. SQLite Manager
adalah sebuah program add-on pada program Mozilla Firefox sehingga pastikan pada komputer Anda telah terinstal program browser tersebut sebelumnya. Untuk mengsinstal SQLite Manager, silakan mengunduh add-on-nya pada alamat berikut ini dan ikuti instruksinya.

https://addons.mozilla.org/id/firefox/addon/sqlite-manager/

Saya tidak mengetahui apakah add-on SQLite Manager juga tersedia untuk browser yang lain
seperti Internet Explorer atau Chrome, saya persilakan pembaca untuk mencarinya sendiri.

Setelah add-on berhasil terinstal, jalankan program ini melalui Mozilla Firefox.

1. Jalankan menu Tools

2. Setelah SQLite Manager muncul, jalankan menu Database Connect Database,
kemudian buka file database yang telah tersimpan di dalam komputer lokal tadi.

3. Saat file database telah dibuka, perhatikan bahwa table titles tampak di dalamnya.

SQLite Manager.

Silakan lihat isi table tersebut dengan menjalankan perintah SQL pada kotak Execute
SQL.

Demikianlah Anda telah melihat bagaimana aplikasi Android membuat sebuah database SQLite saat ia dijalankan. Jika aplikasi ini dijalankan lagi untuk ke-dua kali dan seterusnya, file database tidak akan dibuat lagi karena ia sudah ada. File database itu akan langsung dibuka dan digunakan oleh aplikasi yang bersangkutan.

Cukup sekian, kurang lebihnya mohon maaf dan semoga bermanfaat. Terimakasih.

Tips dan Cara Mudah Update Android OS

Tips dan Cara Mudah Update Android OS
Halo smuanya, apakabar hari ini? semoga baik yah, karena kita akan membahas tentang bagaimana cara Meng-update Android OS untuk anda. Android adalah platform smartphone yang perkembangan dan pertumbuhannya sangat cepat baik di dalam negeri ataupun diluar negeri. Banyak sekali manufaktur yang memproduksi perangkat Android, Tetapi hanya sebagian yang mungkin bisa di-update ke versi terakhir Android OS. Google sudah update Android OS-nya beberapa kali dalam 1 tahun terakhir, namun tidak semua perangkat menerima update pada saat adanya update versi Android OS.